Kamis, 02 Agustus 2018

GADIS MAWAR MERAH DAN GADIS BERKERUDUNG MERAH



        Begin my writing, terlalu banyak cerita yang sudah membludak di benakku. Ketika malam itu, terlihat seorang gadis yang tidak bisa dianggap lugu terlihat memasuki wilayah komp. Balitan. Gadis berkerudung merah, aku menyebutnya begitu. Gadis yang terlihat sangat tegar namun dibalik kepolosan senyum manis dibibirnya, mengandung sejuta luka. Ternyata dia bersama gadis lain nya, gadis yang sengaja kusebut dirinya setangkai mawar merah, ia memiliki pesona tersendiri bagi kaum adam yang melihatnya, tapi satu hal yang aku tau dari gadis itu, dirinya memiliki duri yang tajam, yang merupakan senjata baginya, namun juga bisa membahayakan dirinya sendiri.

          Dua cerita, dua gadis, dua derita, namun satu ketegaran yang sama. Itu yang bisa ku lihat dari mereka.
          Aku tak perduli ketika ada yang mencerca tulisan ini, inilah hasil dari proses segala aktivitas otak kiri dan kananku. Dengan segala air mata yang ku jatuhkan demi mendengarkan sebuah pelajaran indah suatu kehidupan. Meski hanya dalam nuraniku saja.
          Gadis berkerudung merah dan gadis mawar merah, dua individu yang sangat berbeda dari fisik, bahkan karekteristik. Hanya ada satu kesamaan yang benar-benar Nampak, kedua-dua nya adalah gadis yang selalu mencoba tegar, tersenyum dalam tangis, tertawa dalam kehampaan, namun setia pada satu cinta dan menjunjung tinggi ketulusan perasaan hati. Meski dengan kisah yang berbeda.
                                                  *****************
“Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu, karena separuh aku DIRIMU”
Sepenggalahan bait lagu dari nya band papan atas, Noah*. Seperti lirik lagu tersebut menggambarkan bagaimana gadis mawar merah dan gadis berkerudung merah dengan cinta nya. Cinta yang telah menjadikan kedua gadis  cantik itu menajamkan duri-durinya.
Cinta pertama takkan bisa terlupakan,  mungkin begitulah yang dialami gadis mawar merah, cinta yang ia rasakan ketika mengenakan seragam putih abu-abu kelas akhir; kenangan banjarbaru.com. ketika seorang laki-laki yang dia sebut-sebut sebagai first love itu adalah temand satu kelas, satu angkatan. Ntah bagaimana detil romansa kisah kasih mereka hingga akhirnya harus terpisah jua, dan ironisnya gadis mawar merah selalu dan selalu saja menyisakan persaan tulusnya kepada laki-laki itu. Hingga setelah 3 tahun berlalu, gadis mawar merah tetap belum bisa meenghapus jejak first love itu dari bathinnya. Selalu; dengan ketulusan hati untuk nya.
Berbeda halnya dengan gadis berkerudung merah darah disenja itu, setibanya ia di depan sebuah komp. Perumahan di kawasan balitan, Banjarbaru. Terlihat seorang laki-laki dengan jeans panjang dan t-shirt biru berdiri di depan rumah; menunggu sepertinya. Dengan penuh harap. Tanpa kecemasan.
Gadis mawar merah tidak hanya pasrah akan perasaan yang seakan-akan mentakdirkannya untuk terlalu dalam ketika mencinta dan menyayangi seseorang, bukan hanya pada seorang kekasih, kepada seorang teman pun begitu. She will do anything to make him/her happy. Meski duri menembus kulitnya.
Setelah mengucapkan salam yang santun; duduklah gadis berkerudung merah di ruang tamu persegi empat dengan ukuran 4x4 m persegi yang di dominasi warna hijau, terlihat satu buah televisi berwarna 21 inch lengkap dengan lemari dan sound systemnya. Sebuah dispenser berdiri di pojok kanan ruangan.tak berselang setelah gadis itu bercengkrama santai dan riang dengan sosok laki-laki yang memiliki tinggi badan 178 dengan lesung pipit menghiasi pipinya, suasana terlihat berubah hening, tegang, dan tak lagi santai. 
Tak pernah tersungging senyum duka menghiasi raut wajah gadis mawar merah, meski yang aku tau berbagai permasalahan kerapkali menghinggapi dirinya, namun ia terlihat santai, easy going, dan senyum. Hanya tubuhnya saja yg terlihat tak bersahabat, mungkin karena beban hidup yang dia alami, wajah dan senyumnya bisa menutupi, namun tidak bagi tubuhnya. Bekerja pagi siang malam, membagi waktu antara kuliah dan bekerja , kesana – kemari hingga malam telah larut, itulah sisi ketegaran gadis ini, semua itu tanpa laki-laki.
Laki-laki yang memandang lekat jauh kedalam bola mata gadis berkerudung merah itu benar-benar telah melumpuhkan tongkat-tongkat ketegaran yang ada di sanubarinya. Seperti luluh lantak sebuah puncak jaya, hingga salju yang ada di sana ikut mengalir bersama aliran dan desiran sukma hembusan iblis-iblis kesenangan. Gadis berkerudung merah itu telah mencampakkan arti sebuah kerudung yang dikenakannya saat itu. Ketika lembut belaian sang makhluk yang tak punya rahim itu membelai mesra dan mengecup manis bibirnya. BlaRRrrrrrr !!!!!!!!! meski tak sejauh perjalanan rantau – marabahan yang akan dilaksanakan anggota yonif 621, namun itu semua adalah awal, gerbang menuju jalan tol; yang kemudian harus aku hentikan secara paksa. Meski gadis berkerudung merah itu mencaci dan menjadi benci kepadaku. Sangat murka. (to be continued)
Journey of my hometown part 5
               Banjarbaru, 14 des 2012, Friday night.




Kamis, 19 Juli 2018

TRIP TO AMANAH BORNEO PARK

UNYU-UNYU TRAVELLER 


Hallo Guys ...
Balik Lagi dengan Unyu-Unyu Traveller
Setelah Sekian lama penuh dengan kesibukan ala-ala emaks rempong, we 're back with some review about Our Trip...


Libur Panjang Ramadhan, Ied Fitri, dan Libur Anak sekolah  dan yang akan berakhir kami manfaatkan untuk sekedar membuang penat dan lelah bersama keluarga kecil kami, 
Aku, Mommy , and Daddy ...


Kali ini Banjarbaru kembali menjadi tempat tujuan untuk liburan singkat kita, bukan tanpa alasan , since Banjarbaru yang memiliki banyak destinasi ramah keluarga juga Banjarbaru seperti Sebuah Jantung Dari Kalimantan Selatan
Kota Banjarbaru yang mengusung Tag Line 3 F, yaitu Food, Fashion, and Fun. maka Amanah Borneo Park seperti sebuah cermin dari kata FUN untuk Banjarbaru.
Fun untuk berlibur bersama Keluarga, karena wahana bermain anak-anak seperti ini masih tidak banyak ada di Kalimantan Selatan. 



Ok, here we go ...
Destinasi Amanah Borneo Park ini berada di Jalan Taruna Bhakti, RT.12 RW.04, Palam, Cempaka, Palam, Cempaka, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan 70731
untuk menuju ke sana ada beberapa jalan dan rute yang bisa kalian tempuh. 
First , kalau kalian berangkat dari Banjarmasin , just go stright to the A Yani Street arah Banjarbaru, rute 1 : Ketika kalian menemukan Bundaran Liang anggang 
ambil arah menuju Palehari dan kembali ambil jalan Tol Trikora Banjarbaru , udah Lurus azha ... sampai menemukan Bundaran Palam , ambil ke arah kelurahan Palam dan Terus azha sampe mentok Ujung jalan berputar, yang kalau kalian ambil lurus maka akan menuju kampung Purun dan danau Galuh Cempaka,
jadi ketika ada jalan muter itu ikutin azha arah jalan nya yaa.. nah setelah kurang lebih 500 m cuss kalian akan menemukan Amanah Borneo Park ini di sebelah kanan jalan. 
Rute 2 , Terus azha sampe Lapangan Brimob Banjarbaru, Ambil jalan tembus masuk ke jalan Trikora langsung nemu bundaran palam, udah ikutin azha seperti rute 1. 
Atau ada yang dulu sebelum-sebelumnya booming Origami Park, Nah aslii ini Amanah tepat di samping Komplek kalian-kalian masuk Origami park itu. 
akan ada marka Jalan dan beberapa sign koq tentang ABP ini, so jangan takut tersesat yaa, atau lebih simple lagi langsung saja set di google map kalian. its so simple kan ...



Berapa ya kira-kira kita spent our money di sana ? 
Tergantung budget kalian ya guys...
di sini kami coba memberi gambaran saja 
Biaya masuk Rp.25.000 Per-Orang (Anak di bawah 1 Tahun Free ) 
Namun ada juga berbagai paketan yang di tawarkan, paket anak, juga paket semua wahana, tapi kalau bingung kan bisa ambil bayar masuk saja dulu baru di dalam bayar Wahana apa saja yang kalian inginkan. 

Dipintu masuk kalian akan di pakaikan gelang Pertanda itu kalian legal jadi pengunjung di sana, bukan orang asing gentayangan yaa... hahhaa, nah kalian akan di berikan air mineral amanah botol kecil dan juice buah naga untuk yg tiket paket.
untuk wahana apa saja yang tersedia ???
Banyak sekali ya.. 



Video By:  Fitriya Anggeriyani






Permainannya banyak ada sepeda udara, flying fox, tempat menangkap ikan, taman kelinci,taman lalu lintas, jembatan gantung,dan Waterboom 
Selain itu ada Repleksi Ikan untuk orang dewasa juga anak-anak, ada kereta kelinci yang dengan nya kita di ajak berkeliling kebun yang luasnya beberapa Hektar itu dengan menggunakan kereta Terbuka, di sana kita akan di ajak ke beberapa tempat, pertama ke tempat pembuatan dan pengolahan hasil buah -buahan
jadi bisa langsung santai minum jus buah atau es cream dari kebun nya langsung, bisa memetik buahnya juga lho ..
buahnya pun beraneka ragam , dari Buah Naga, belimbing, jambu, melon, Rambutan dll. setelah Puas dengan Buah-buah tersebut kita di ajak kembali untuk menuju Rumah Kelinci, dimana disana kita bisa melihat berbagai macam jenis kelinci, dan juga di ajarkan dan melihat langsung bagaimana para petugas merawat kelinci-kelinci tersebut, pasti akan membuat anak-anak senang Bund ...
ada juga Rumah Hobbit yang kecil untuk hanya sekedar berfoto disana. Dan di Awal Tahun 2018 ini sudah di buka wahana Baru, Yaitu Rumah Terbalik.


Video By:  Fitriya Anggeriyani









Trus kalau lapar bagaimana ???
Tenang, karena Semua pengunjung tidak di perkenankan membawa makanan dari luar, Kecuali Susu aku yaa yang masih dodot . hhahaa 
jadi di sana ada banyak makanan dan minuman yang di jual dan tempat makan yang nyaman.



That's All guys ...
See u in another Family Trip ...

#Ayokebanjarbaru


Rabu, 25 Januari 2017

MAAFKAN AKU IBU


maafkan aku ibu
maafkan aku yang tidak mengerti beban berat yang ibu rasakan

maafkan aku ibu
maafkan aku yang tidak mengerti harus berbuat apa untuk membuat kau bahagia, sedikit senyum untuk ku
itu sudah cukup ibu

maafkan aku ibu
maafkan aku yang memiliki kelebihan energi untuk ku gunakakan melakukan berbagai macam hal
menghamburkan semua perabot rumah , menaiki apapun yang bisa aku jadikan pijakan kaki, menyusun semua benda yang ada di kulkas ibu
hingga piring kotor yang selalu ku coba untuk cuci, pun alat-alat mandi ibu yang selalu ku jadikan mainan

maafkan aku ibu
maafkan aku yang tidak pernah sabar ketika meminta sesuatu, termasuk susu yang selalu aku lempar botol nya ketika aku lama menunggu respon ibu untuk membuatkanku

malam itu, aku tak bermaksud membuatmu marah ibu
tolong maafkan aku

malam itu, aku tak bermaksud mengganggu makan ibu , hingga nasi di piring ibu tumpah dan ibu berbaring memejamkan mata dengan perut lapar
malam itu, aku tak bermaksud menambah beban pikiran ibu yang sedang kalut di ambang depresi hingga linangan airmata ibu ku lihat mengalir sangat derasnya di pipi

maafkan aku ibu
maafkan aku yang menangis keras ketika ibu memukul tangan ku, aku tahu ibu tak bermaksud menyakitiku
tapi maafkan aku ibu, yang tak bisa menahan rasa takut ketika ibu berteriak memarahiku

malam itu , aku peluk erat ibu hingga dia susah bernafas
bukan ibu yang memelukku , tapi aku yang memeluknya dengan tangis berderai

malam itu, ibu dan aku terlelap dalam tangis kami
malam itu, aku berdoa agar tuhan meringankan beban ibuku , agar emosi ibu bisa stabil, agar aku bisa selalu memeluknya dengan penuh cinta

maafkan aku ibu
maafkan aku yang hanya punya satu dunia  dan itu KAMU , IBUKU


Banjarmasin, kamis , 19 januari 2016

Jumat, 30 Desember 2016

PENGHUJUNG 2016

2016 tinggal beberapa hari lagi, welcome to 2017 yang akan jauh lebih baik 
Bukan meninggalkan tahun 2016 begitu saja tanpa pelajaran dan pencapaian yang harus nyâ sudah banyak diraih dân juga belům terčapai ... bersabarlah
Memulai tahun dengan resolusi-resolusi yang berjibun 📑 namun tidak semua berjalan mulus , banyak kerikil berserakan tentunya, bisajuga batu karang yang sangat tinggi dan keras, sekali lagi bersabarlah dan terus berjuang 🏂


Flash back to januari 2016 
Ketika ekonomi naik turun seperti iman manusia, ketika harapan semakin meredup, ketika lari lari dan rasanya ingin berlari dari sebuah kenyataan 

Tuhan punya rencana yang sangat super, ketika kita di beri kesulitan kita akan tahu siapa yang tulus dan siapa yang modus...
Ketika kita sedang berkelebihan, kita akan tahu siapa yang mental penjilat dan suka memanfaatkan ...

Ini akan jadi tahun perubahan buat saya 👸Anggrek; Albert's mom 
Saya bukan tipe manusia pendendam sebenarnya, cuma saya mengingat semua dan apapun yang orang sekitar lakukan kepada saya

Bagaimana bisa orang-orang berteriak merdeka tanpa tau bagaimana kita yang berjuang ...

Saya selalu ingat bagaimana ketika tak ada satu pun yang meminjamkan sepeda motor untuk suami saya menemui isteri dan anak nya yang sedang sakit di kampung halaman 
Ketika albert pertama kali sakit hingga di nebule, tanpa kehadiran sosok suami , tanpa ada bantuan dari kalian - kalian... 
Ketika beberapa waktu yang lama saya harus tinggal bersama orang tua karena tak ada bala bantuan untuk hanya sekedar menjagakan Baby Al ketika saya mau ke WC. miris.... teriris ... begitu pedih yang saya rasakan , terlebih lagi berbagai ocehan, hinaan, dan pendapat miring tentang suami saya yang di lontarkan di hadapan saya.

Pernah di panggil begini ? " eh qm yang kada bungas " atau "eh orang anjir ni kampung lah, udik , hahahaha kada tahu naikan (read: clubbing) 
Its ok... saya abaikan 

Atau ketika ada yang dengan ceplas ceplos nya berkata , "mama abah qm tu PNS klo , beh seapa ada gajih nya"
Well, kami memang bukan dari keluarga yang kaya raya berlimpah harta , we are just ordinary family yang dengan penghasilan beliau" cukup memberikan pendidikan saya hingga lulus S1 , sepupu saya S1, adik saya akbid, bungsu masih SMK hingga sepupu yang masih di pondok pesantren. 
Nominal gaji mereka mungkin tidak sebesar menangtander suatu proyek, tapi selalu berkelebihan buat orang-orang sekitar... 
Bahkan hingga kini, Albert tak pernah absent mendapatkan angpow setiap minggunya yang nominalnya lebih besar dari gaji honor satu bulan 
I love  my famz

Maret 2016 
Alhamdulillah bisa travelling ke Bali with husband , meski tanpa Albert, meski pulang tidak sesuai jadwal meski bertengkar hebat dengan my husband hingga saya memutuskan untuk meninggalkan nya ; at the time ... God show me manusia" yang tidak tahu arti terimakasih , saat itu God show me manusia" yang bermental penjilat . thanks 
Dan waktu itu saya siap meninggalkan suami saya yang brpenghasilan 60 jt perbulan. saya rasa penghargaan yang terpenting atas saya dan perjuangan saya ketika kami jatuh seakan tiada artinya, ketika dia seakan" tidak menghargai posisi saya yang hanya seorang isteri, bukan keluarga ...
Tapi lagi, tuhan menyelamatkan rumah tangga ini, padahal ketika itu saya sudah siap untuk pergi, karena pikir ku dia sudah sukses, dan sudah banyak orang yang berdagangan disekelilingnya, bahkan yang dulu menghina mati-mati an datang dengan muka polos dan inocentnya meminta ini dan itu

God, since I know that my husband is very good person. dia selalu berkata " biarlah orang-orang jahat kepada kita, asalkan kita jangan" 
But, saya bukan dewi yang bisa dengan mudahnya begitu. 

2016 
Merubah mindset saya, saya orang yang sangat loyal. apapun saya beri kalau ada, teman-teman saya traktir, pinjam uang ok , tenaga, pikiran dan waktu saya luangkan untuk orang-orang sekitar
Namun sejak saya mengenal manusia" modus sekarang saya seadanya saja 
Tapi tidakberlaku untuk all ya... 
Yang baik 1 kepada saya,saya akan selalu berusaha baik 10 untuknya, thats me 
Tapi yang sudah terlanjur masuk catatan hitam saya, senyum pun rasanya tak ingin lagi ...

Intinya belajar dari waktu
Selalu banyak bersyukur
2016 
Tv remuk di dorong Albert , alhamdulillah di ganti LCD dan di tempel di dinding supaya tidak di macam-macamkan bocah
Pasang ledeng : sudah tidak repot angkut air dan mencuci ke laundry
Coz bisa beli mesin cuci sendiri jadi budget laundry bisa di minimalis
Kulkas sendiri tanpa perlu beli es batu ke warung 24 jam es es dan es hingga Albert bikin susu dengan air es 😧 
Lemari dapur, lemari tas boneka, lemari Albert dan perkakas" sedikit-sedikit bisa de beli, dengan uang sendiri, hasil tabungan sendiri 
( tau rasanya sayang nya akan harta sendiri ) 

2016 
Banyak pembelajaran yang disimpulkan 
Bukan dari buku dan bangku sekolah
Tapi dari lingkungan dan orang sekitar

Terimakasih untuk semua
Untuk kalian
Untuk ukhty Sumi: yang sudah mengajarkan arti penting keluarga,yang  selalu mengusahakan memberi, jadi lah 2 lebaran ini aku bisa membelikan mama tas, baju, abah juga , saya belikan baju, jam tangan dll. yang sebenarnya mereka punya kelebiha uang untuk bisa membelinya sendiri, tapi rasanya beda ya ukhty ada manis - manisnya gitu ketika melihat mereka senang dengan pemberian kita. 

Untuk bu bidan Nufus ; kaka yang satu ini sangat baik, dari beliau saya belajar arti tulus, dan yang paling penting belajar management keuangan dengan menabung emas, yang alhamdulillah baru tahun ini saya laksanakan berkat anjuran beliau. terimakasih kaka.... 

Untuk bunda sepry ; meski jarang bertemu namun kita selalu  menjadi sahabat, yang seperti bintang,bisa terlihat bisa hilang, tapi tetap ada
Sepry sosok yang tegar,baik, tak pernah lupa kawan thanks fo be my teman  kecil hingga tetangga di usia lebih dari 25....

Untuk bidan Tivah dan Razi , i learn how to face d world ... belajar untuk tidak menunjukan masalah dan kesedihan 
Cukup post kesenangan hidup kita, walaupun kita lagi banyak masalah dan beban hidup cukup kita yang rasa,biar dunia mencatat yang indah-indah sajaa

Untuk muslimah ; tahun ini kita jauh ... tapi saya percaya kita akan selalu saling mendoakan untuk kebaikan kita 
Tak ada teman curhat lagi mah ... tak ada teman yang seperti keluarga di sini sekarang mah ... 

Untuk yang tiba-tiba baik, tiba-tiba menyesal   tanpa saya ...
Untuk yang tidak menghargai kerja keras saya ...
Untum yang kepo dan mengibah hidup saya ...
Untuk yang membenci hanya karena iri...
Terima kasih 

Special thanks untuk keluarga saya , selalu menjadi tempat untuk pulang
Selalu menjadi tempat yang mengatakan yes disaat  dunia mengatakan no

Untuk suami ku 
Yg mengajarkan seluruh arti kehidupan, berjuang, mempertahanka komitment, 
Merubah seorang anak manja 360° turn to wonder mom

Semoga kita bisa  berlayar bersama meski ombak besar selalu menghadang
Meski pandangan tak selalu sama 
Meski visi misi tak bersatu 

By

Rabu, 21 Desember 2016

SENYUM ITU ( CERPEN )



Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday, happy birthday
Happy birthday to you



Seketika lagu tersebut mengalun berulang-ulang dari sosok Rida, Hera, dan dua orang laki-laki yang terlihat duduk bersama dalam satu meja di salah satu restaurant ternama di Banjarmasin.  Lagu yang sengaja mereka lantunkan untuk seorang sahabat kecil bagi Rida dan Hera, tapi tidak bagi dua laki-laki yang bersama mereka. Lagu yang mengalun dengan sedikit false itu khusus untuk Rhey yang sedang berulang tahun tepat di hari itu.
  
Rhey; seorang wanita cantik berdarah keturunun arab, dengan alis dan bola mata yang indah, tinggi semampai, baik hati dan tidak sombong, namun terlihat sedikit kaku di hadapan kaum adam. Dan yang sangat menarik dari Bidan cantik ini adalah dia tidak pernah mau terlihat tanpa make-up dihadapan seorang laki-laki. Whatever laki-laki itu mau dokter, perawat, guru, petani, atau paman-paman tukang beca. Bagi Rhey make-up itu penting, sudah bukan menjadi rahasia lagi bagi teman-teman kalau dia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk dandan ; dari memilih baju, celana, kerudung, sandal atau sepatu, make-up nya, pasang bulu mata anti badai dan tsunami di tambah lagi soft lens nya yang tersedia berbagai macam warna. The most important thing darinya Rhey adalah dia sangat menghargai yang namanya persahabatan. Buktinya dia masih ingat dan menjalin komunikasi yang baik dengan dua sahabat kecilnya ; Rida dan Hera.

 Sore itu ketika matahari terlihat sangat bahagia, tersenyum menebarkan kehangatannya dimuka bumi layaknya anak kecil mendapatkan permen dari ibunya. Kehangatannya menyengat kulit epidermis manusia. Sehingga kulit terlihat lebih exotic. Sebuah motor Mio Soul bernomor polisi DA 374 NM Terlihat parkir tepat di depan kampus UNISKA Banjarmasin. Ternyata Rhey dan Hera lah yang mengendarai motor tersebut. Mereka terlihat menunggu seseorang dengan gelisah.
“ mana sih Rida belum muncul-muncul juga, blum ganti baju nich, kan malu masa ketemu abang aku begini sih” Rhey mulai cemas.
“Sabar lah buu, paling bentar lagi keluar koq, coba telpon lagi dech bilang kita nunggu d luar kampus gitu” Hera dengan gaya santainya merespon omongan Rhey.
“iya sudah di hubungi, tapi di Reject terus”
“ah masih ada dosen itu di kelasnya, santai aja dulu kita nunggunya”
“tapi ini sudah jam berapa, belum ganti baju, belum dandan belum berangkat belum ……”
 Belum Rhey tuntas dengan segala kegelisahannya tiba-tiba dengan muka innocentnya Rida melambaikan tangan dari arah gerbang kampus.
“uhhhhhh, akhirnya” Hera menghela nafas lega
Rida menghampiri mereka dan tanpa basa-basi langsung bertanya “ayo kita pergi, kemana tujuan kita?”
“ke kost kamu, masa iya kita pergi jalan dengan penampilan begini?” kali ini Hera yang agkat bicara.
“emangnya kenapa kalau begini? Ada yang salah?” sekali lagi muka polosnya itu tampak lugu sekali.
“aduhhh Rida masa iya Hera pergi dengan seragam begitu, dikirain ntar kita menculik anak sekolah. Ahhh ga enak banget, aku kan musti dandan juga Rida temanku yang imut-imut, okkeh, let’s go” Rhey tampak mengomando.
“ kemana?” muka Rida bingung
“ya ke kost kamu, masa ke kandang sapi” Rhey mulai sedikit jengkel.
Tiba-tiba Rida tertawa terpinkal-pingkal dan berkata dengan santainya “gini lho teman-teman sebelumnya aku minta maaf yaa, di Banjarmasin ini aku tidak punya kost, aku kuliahnya pulang pergi banjamasin-banjarbaru gitu, sekali lagi maaf yaa”.
Gubrakkk!!!!
Mereka bingung mau mengganti kostum dimana, akhirnya Hera menemuka ide cemerlang, mereka menumpang sholat magrib sekaligus mengganti pakaian di kost salah satu teman kuliah Hera ; Yanti.
       
Ting Nong – Ting Nong
Bel sebuah kost puteri lantai dua yang di dominasi warna orange itu memanggil-manggil penghuni yang hidup didalamnya. Seorang perempuan cantik berambut panjang, hitam, dan lurus membukakan pintu.
“cari Yanti ya Her?”
“iya Sa, Yantinya ada ga’ ya?”
“ada di kamarnya, naik aza keatas langsung, o ya kunci pintunya ya, takut ada pencuri masuk” Nisa mewanti-wanti sambil kembali masuk ke kamarnya di urutan pertama dekat pintu.
“yu masuk Rhey, Rida, sudah mau magrib g’enak kalau berdiri diluar” Hera mengajak teman-temanya masuk.
Di lantai atas kost yang bernama “junjung Buih” ini sudah menunggu, Yanti; gadis keturunan dayak asli, putih, ramah, baik hati walau terkadang terlihat sedikit jutek dengan orang yang baru dikenalnya, apalagi makhluk itu berjenis kelamin laki-laki. Untungnya tamu yang datang dengan dalih ingin ikut  sholat magrib dang anti pakaian ini semua  prempuan. Jadi yanti terlihat santai menghadapinya.
    Selesai sholat magrib, Rhey mulai sibuk dengan pernak-pernik seputar dandanannya. Rida terlihat santai berbincang-bincang dengan Yanti yang juga pernah satu kelas dengannya ketika SMA. Hera terlihat tidak begitu bahagia, ntah apa yang sedang ada dalam benak bocah itu.
“ ya ampun mandi, sholat, ngerumpi dengan Yadi di depan kost juga sudah selesai, eh yang di sini belum pada selesai to” Hera nyeletuk sendiri ketika kembali ke kamar yanti yang dia dapati Rhey masih belum selesai dengan make-upnya.
“sabar bu, maklum”. Rida menimpali
“iya sabar trus Rid, O ya Yanti maaf ya teman kami yang satu ini memang sedikit berbeda”. Sekali lagi Hera komentar. Kali ini terkesan bercanda karena disertai senyum manis yang tersungging di bibirnya.

    Akhirnya tiba juga di tempat yang sudah di rencanakan. Tempat terbuka, santai, nyaman dan terlihat asri, gajebo pertama berdekatan dengan mushala. Harapannya agar para pengunjung restaurant ini menikmati makanan dengan rasa nyaman.
Segelas cappuccino dan 2 gelas besar es teller terlihat menghiasi meja yang mereka booking.
“Ngapain sieh Rhey clingak-clinguk begitu” Rida protes
“si abang koq belum datang-datang juga ya, tadi sih bilangnya sudah berangkat” Rhey menjawab.
“owh abang nya bawa kue ultah kan” Hera menimpali dengan tertawa nyengir.
“iya bawa, tenang ajha”.
“asyik, makan – makan” kali ini Rida yang terlihat happy.
                
Dua buah motor Satria F terlihat parkir di depan restaurant tempat Rhey, Hera dan Rida makan. Setelah memposisikan kendaraan roda 2 itu dengan rapi kedua  pengendara tersebut bergegas menuju gajebo yang bernomor meja 1. Salah satu di antara mereka membawa kotak di tangannya, yang ternyata adalah kue ulang tahun yang akan di berikan kepada Rhey. Dan laki-laki itu adalah abangnya Rhey dan temannya.
“Happy birthday to you”. Abang Rhey mulai membuka suara dengan bait lagunya
“Happy birthday to you, Happy birthday to you, Happy birthday, happy birthday,Happy birthday to you.” Serempak Hera, Rida, dan temannya Abang mengikuti alunan lagu tersebut hingga Rhey meniup lilin yang berbentuk angka 22, setelah make a wish tentunya.
“thanks banget ya bang buat semuanya, ga’ nyangka abang beneran datang”. Rhey terharu.
“iya, sama-sama De’. Kan abang kangen juga sama ade, sudah hampir dua tahun ya kalau tidak salah setelah pertemuan kita yang terakhir di banjarbaru”.
“abang sekarang di mana?”
“ini lagi tugas jaga di prusahaan, sekitar 2 minggu, setelah itu kembali ke battalion koq, ade tugasnya dimana?”.
“aq di pedalaman bang tugasnya, jadi jarang-jarang bisa jalan ke Banjarmasin begini”.
“owh sabar de’, namanya juga tugas”.
Selang mengalir pembicaraan Rhey dengan Abangnya, Rida, Hera dan teman abang hanya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Rida sibuk dengan BBM nya, begitu pula temannya abang, tenggelam bersama BB nya, berbeda dengan yang lainnya, Hera malah asyik memilah-milah playlist yang ada di layar monitor, ternyata di gajebo tersebut terdapat equipments lengkap untuk karaoke. Dan akhirnya mengalun juga lagu pertama; Rindu, Agnes monica.
“ sip, kita bisa nyanyi bareng ternyata di sini.” Abang yang sedari tadi tenggelam dalam pembicaraan melepas rindu dengan Rhey seakan terhempas ke daratan berbatu, mungkin karena mendengar nyanyian Hera yang suaranya apabila disandingkan dengan suara kumbang, orang-orang pasti sangat sulit membedakannya.
“iya silakan, itu microphone nya kan ada dua”. Sahut Hera dengan santainya.
“ sini, biar saya yang nyanyi, lagunya ganti donk mbak.” Kali ini temannya abang yang angkat bicara.
“owh bisa bicara juga ternyata, kenapa dari tadi diam saja”. Hera terlihat judes.
    Tidak ada jawaban dari lawan bicaranya, kecuali dia terlihat asyik kembali dengan BBnya.
“ah sudah dech, kalian ini lupa ya tujuan kita kesini makan, ayo pesan apa?” Rida angkat bicara.
“iya – iya sobat, ayo pesan apa, abang , temennya juga pesan apa, Her panggil waiter nya donk!” Rhey mengomando.
               
Makanan siap di santap telah tersaji di atas meja. Mereka terlihat makan dengan santai menikmati dengan sedikit perbincangan.
“o ya Rhey, temannya abang mu ini siapa sih namanya”. Hera mulai nyeletuk.
“Tanya sendiri donk dengan orangnya”. Rhey menyahut dengan santainya.
“Kenalkan, nama saya ….”. teman abang angkat bicara dengan tangan yang mengulur untuk sebuah perkenalan yang sopan kepada Hera, tetapi, belum selesai dia berbicara, dia urungkan niatnya menyambung pembicaraan itu.
“lho kok berhenti ngomongnya”. Hera menyahut sinis.
“mbak nya ga’ mendengarkan saya juga.” laki-laki itu berkata sembari menarik tangannya kembali dan tersenyum simpul.
Seketika Hera terdiam sejenak memandang laki-laki yang tersenyum simpul kepadanya. Senyum yang membuatnya seakan-akan kembali kemasa tujuh tahun yang silam. Senyum yang pernah menghiasi hari-hari Hera siang dan malam, yang kemudian berakhir menjadi Senyum luka yang menorehkan kepedihan yang mendalam.
senyum yang tak kan pernah terlupakan, senyum yang tiba-tiba kembali menghantui pikian Hera , SENYUM ITU...