Sabtu, 16 Juli 2016

DREAMING


mom's big dream 

just remember someone quote 
" gantungkan lah cita-citamu setinggi langit; tapi jangan lupa kakimu masih menginjak bumi"

sedari kecil ketika di tanya nanti kalau sudah besar mau jadi apa? 
selalu jawaban nya adalah "Astronout" 
dan ketika di minta alasan mengapa? she said that " bumi ini akan sering terjadi bencana alam, berbagai macam , dan itu mengancam kelangsungan hidup ummat manusia,
kalau saya menjadi astronout, saya akan bawa seluruh keluarga pindah ke mars."
lucu ya, kedengaran nya di telinga orang dewasa waktu itu, tapi bagi seorang anak SD bisa berfikir seperti itu, it sounds good idea 

waktu berlalu, ketika memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, SMP tepatnya, dia mulai terbiasa dengan kegiatan sosial, menjadi panitia untuk event' di desa, seperti untuk setiap Ramadhan, 
menjadi panitia, hingga pengisi kegiatan di Pesantren ramadhan, jiwa sosial nya semakin terlihat, dan jiwa mengajarnya semakin terasah, dia sudah sangat terbiasa dalam urusan meng-handle audiance 
entah itu sdikit bahkan banyak. bukan hal yang sulit baginya, teknik komunikasi 2 arah yang dimilikinya pun luar biasa, kalau orang menilai dan kemudian di minta mencarikan profesi yang cocok untuk dia 
selalu jawaban : penceramah atau ahli politik. begitu pikir orang-orang.

kelas 3 SMA adalah ambang kebingungan bagi dia, di saat itulah ia harus mengambil sikap untuk masa depan nya, menentukan jurusan apa yang akan di ambil ketika kuliah , untuk sebuah profesi yang akan di gelutinya kelak dewasa.
itu tidak lah mudah, sekelebat angan-angan dan mimpi-mimpi nya di masa kecil datang lagi, ketika dia mengutarakan itu jelas saja respond kedua orang tuanya bukan lah hal possitive.

" kuliah nya di mana? g ada kan di banjarmasin."
" nanti kalau jadi astronout, suamimu apa? mau di bawa hidup di bulan juga" 
" sudah lah yang pasti-pasti saja jangan berkhayal"

still, membekas di ingatan. tidak mudah meyujudkan impian yang menurut kebanyakan orang tidak masuk akal.

tiba- tiba tawaran dari seorang keluarga datang, "ifit mau masuk jadi polwan g? nanti kami yang mengurus nya". 
dia mulai berfikir dan menerima, sepertinya tidak sulit di jalani dengan basic ilmu di kepramukaan yang mengikuti perkemahan hingga tingkat Nasional di Cibubur, dan menyabet juara 3 nasional,
dengan basic ilmu dari saka- saka yang pefrnah di ikutinya, namun fisik nya lemah , fisik nya tidak lah berjalan lurus dengan kekuatan otak nya. di setiap selesai perkemahan atau hal-hal yang menyita kekuatan fisik
pulang nya dia sakit, rasanya seperti tidak mungkin untuk dia mengambil tawaran menjadi polwan tersebut. dan yaa, dia tidak mengambil itu.

desakan kedua orang tua yang memiliki pendapat berbeda pun mengusiknya, sangat mengusik, 
since my grand fa menginginkan dia menjadi seorang penceramah, dai'ah kondang, begitu, dan my grand ma menginginkan dia menjadi seorang guru, whatever di bidanag ilmu apa saja (awal nya)
jadilah setelah proses panjang dia diterima di jurusan Da'wah IAIN antasari, dan jurusan sejarah Univrsitas Lambung mangkurat. dilema itu tidak berhenti sampai di situ saja, dia harus memilih dan keputusan nya adalah kuliah di UNLAM
pertimbangannya adalah; "ketika saya kuliah di IAIN maka teman-teman pondok yng 70% melanjutkan di IAIN juga itulah yang kemudian menjadi teman-teman saya di sana, dan rasa tidak mungkin punya teman dari UNLAM, 
tapi ketika saya kuliah di UNLAM otomatis sayatetap bisa jalan-jalan ke asrama teman-teman di IAIN. 

hari terakhir daftar ulang di UNLAM , my grand ma berubah pikiran kembali, she said: "guru sejarah tu nak lah satu sekolah di cari cuma satu orang, yang lebih bagus lagi itu guru Bahasa Inggris, selain jadi guru, bisa menjadi yang lain-lain".
dilema lagi dan lagi, mendaftar kembali jalur gelombang 2 jurusan bahasa Inggris di UNLAM dan di terima. 

masa-masa kuliah yang penuh kenangan di lalui 4 tahun lama nya, singkat, bagi mahasiswa program studi B.Inggris UNLAM , karena kebanyakan mahasiswanya spent 5-7 tahun untuk mendapat gelar S1. but not for her , lulus dengan ipk 3,14 lumayan lah dari pada lumanyun.

NOW, ketika note ini di buat , she's teaching at School, walaupun cuma part time, karena banyak nya pertimbangan. pastinya

GURU ; lalu timbullah pertanyaan apakah ini cita-cita yang sudah tercapai buat seorang Anggrek ? 
I dont think so 

I know my mother , teaching is not a job, its hobby 
apa perbedaan nya? 
jelas berbeda, kalau itu sebuah pekerjaan kita mengharapkan uang dari sana, tapi ketika itu menjadi sebuah hobby , tanpa di bayar bahkan kita yang mengeluarkan uang untuk itu, tidak masalah .

berapa siehh gaji honor ????
kecil , memang, tapi i know its "metime" buat my mom, dia bisa explore kemampuan dan bakat yang tuhan berikan untuk nya, di ajarkan, di bagikan untuk anak-anak di sekolah

banyak pertimbangan untuk kembali mengajar di sekolah, sejak tidak mendapat izin dari my father dll 
tapi aku sangat percaya dengan kemampuan mommy, she's the best 

seiring berjalan nya waktu , banyak orang terpaku ketika sudah mendapatkan apa yang di cita0citakan nya, tidak kah terfikir untuk meng-upgrade dream???

itu yang terjadi pada mommy sekarang,
di otak nya penuh sarat muatan mimpi-mimpi baru yang ia rencanakan , 
she say it's " A BIG DREAM " 

melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, S2 di UPI Bandung, impian yang selalu terbayang-bayang 
tinggal di bandung memulai kehidupan dengan small famz, aku bisa bersekolah di PAUD / TK , daddy usaha di sana and mommy lanjut kuliah 
setelah itu kita lanjutkan perjuangan untuk mommy S3 di USA/ UK , itu mimpi yang sangat ia inginkan , that's why ia sampai memberi aku nama Albert
agar ketika aku bersekolah di sana aku tidak kesulitan beradaptasi dengan anak-anak di sana, yang di mulai dengan nama Albert, seems like nama-nama kebanyakan orang sana.

tapi ketika semua sudah selesai, semua orang pasti berfikir dia akan menjadi seorang dosen ternama sebagai seorang lulusan S3 luar negeri, bebas menentukan ingin di kampus mana mengajar
tapi ternyata tidak, my mom tidak tertarik lagi menjadi seorang pegawai, dosen , dan guru di suatu instansi / sekolah

so ? 

this the point 
" saya ingin menjadi seorang relawan, yang bisa mengajarkan ilmu yang saya dapatkan kepada anak-anak yang tidak mampu
tidak mempunyai waktu, biaya, dan kesempatan
anak-anak di pedalaman dan desa tertinggal 
yang memiliki kemauan keras untuk belajar
bukan anak-anak kota yang kaya , yang hanya tahu akan gad get, sibuk dengan bbm, facebook, twitter, dll 
yang selalu menghabiskan waktu dengan game on line "

" saya ingin menjadi abdi negara untuk membentuk mental generasi nya dari nol kembali, dari anak-anak yang polos menjadi seseorang 
yang tahu cara menghormati dan menghargai seorang guru, orang tua dan sesama
saya sangat ingin mengajar dengan hati, tanpa menghitung tanggal berapa hari lagi akan gajihan
saya sangat ingin mengajarkan semua yang saya punya untuk generasi penerus bangsa"

" saya tidak ingin bekerja dengan keterikatan waktu, masuk jam ini pulang jam ini, saya ingin saya yang mengatur jadwal tersebut
kapan saya ke desa A, kapan ke dusun B, kapan mengadakan seminar di kota, kapan saya liburan keliling dunia bersama keluarga, kapan saya cuma berguling-guling malas di tempat tidur dengan telivisi yang menyala"

that's her big dream, semoga some day bisa tercapai, agar mimpi-mimpi selanjutnya yang masih mengantri bisa terealisasikan
semoga mommy selalu berjuang dan tak pernah menyerah untuk semua itu, semoga daddy tak putus asa mendukung mommy dengan semua mimpi-mimpinya

"mommy ; seseorang yang memiliki khayalan tingkat tinggi "
"daddy : seseorang yang selalu percaya dan tidak pernah meremehkan khayalan-khayalan mommy, bahkan sedikit demi sedikit berusaha menjadikan mommy seperti apa yang dia khayalkan "

I love both of them 

Albert; 16 06 16  



0 komentar:

Posting Komentar